1: DIMASADITYA.INC - Trick,Game,Tips,Software all in ONE!: Tiga Penyakit Berbahaya Mengintai

Jumat, 14 Mei 2010

Tiga Penyakit Berbahaya Mengintai

DBD Renggut 88 Nyawa, Rabies 3, dan AIDS 11 Jiwa

SAMARINDA - Sepanjang tahun 2005, serangan tiga penyakit berbahaya, yakni demam derdarah dengue (DBD), rabies, dan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) cukup mengkhawatirkan merebak hampir seluruh daerah Kaltim (lihat grafis). Betapa tidak, hingga akhir Desember 2005, kasus DBD mencapai 2.864, dan 82 orang di antaranya meninggal dunia.

Penyakit rabies, hingga akhir tahun 2005 ada 3 meninggal dari 291 kasus gigitan anjing. Sementara penyakit AIDS, dari hasil pendataan mulai tahun 1993 hingga 2005 tercatat 227 kasus, dan 11 di antaranya meninggal dunia.

"Karena itu, seluruh penyakit ini harus diwaspadai," kata A Syahran SH MKes, kabid Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kaltim didampingi Kepala Biro Humas Pemprov Kaltim Jauhar Efendi dalam jumpa pers sekaligus peluncuran tiga buku terbitan Humas Pemprov Kaltim, kemarin.

Syahran mengaku, khusus kasus DBD beberapa daerah telah menyatakan keadaan luar biasa (KLB). Maklum, pada Desember hingga Februari kasus DBD sangat rawan, dan trennya menunjukkan kenaikan. "Untuk penetapan KLB memang diserahkan kepada masing-masing daerah. Sementara pemerintah Pusat hanya menyatakan bahwa penyakit DBD ini wabah yang harus diwaspadai setiap tahun," sebutnya.

Untuk langkah antisipasi, pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan. Di antaranya abatesasi, penyemprotan dengan fogging, survei jentik dan penyuluhan. "Kami juga telah menyiapkan stok abate sebanyak 5 ton untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu ada daerah yang membutuhkan. Syukurlah sejauh ini belum ada yang meminta. Apalagi masing-masing daerah masih memiliki stok abate," tuturnya.

Sementara penyakit yang mirip gejala DBD yakni Chikungunya, kata Syahran, juga ditemukan di daerah Maluhu, Kukar, sebanyak 49 kasus. "Kasus ini baru kami temukan di Maluhu sedangkan daerah lain belum ada. Dari jumlah itu, sejauh ini belum ada sampai yang meninggal dan kami juga sudah melakukan penanganan seperti fogging, abatesasi dan survei jentik," bebernya. Perbedaan mendasar penyakit Chikungunya dengan DBD yakni terletak pada serangannya. Chikungunya menyerang sendi-sendi, sedangkan DBD menyerang hingga sel darah merah. "Gejalanya sangat mirip dengan DBD," kata Syahran.

Disinggung soal penyakit rabies, Syahran mengatakan dari data yang dihimpun selama tahun 2005, sudah ada 3 orang yang meninggal. "Dua orang dari Bulungan dan satu orang dari Kutim," tuturnya.

Untuk penyakit AIDS, ia mengaku kondisinya semakin mengkhawatirkan. Sebab, dari pendataan tiga tahun terakhir telah ditemukan 12 kasus dan 11 di antaranya meninggal. "Sebelas orang yang meninggal ini yakni 8 orang dari Balikpapan dan 3 orang dari Samarinda," tuturnya.

Ia mengatakan, satu orang masih bertahan hidup dan sekarang dirawat di rumah sakit umum Bontang. "Kami juga sudah melakukan beberapa langkah penanganan agar bisa menekan penyakit AIDS. Salah satunya kami telah memanggil 20 mucikari agar melaksanakan gerakan kondomisasi di tiga lokalisasi yang tersebar di Samarinda. Setidaknya secara bertahap penyakit ini bisa mengurangi," tandasnya.

Menurutnya, dalam penanganan kasus AIDS ini, pihaknya masih konsentrasi di wilayah lokalisasi karena faktanya sebagian besar kasus terjadi di lokalisasi. Berbeda dengan daerah Papua yang mayoritas menyerang ibu rumah tangga. "Kondomisasi merupakan langkah yang paling efektif karena 99,9 persen bisa mengantisipasi terjangkitnya AIDS. Kami juga selalu menyarankan kepada penderita tidak menggunakan jarum suntik dalam pengobatannya," katanya.

0 comments:

Posting Komentar